Wajik cara memasaknya
Wajik ketan adalah salah satu kudapan tradisional khas Nusantara berbahan dasar beras ketan, gula merah, dan santan yang memiliki cita rasa manis, gurih, serta tekstur legit yang khas. Berikut adalah panduan lengkap memasak wajik ketan gula merah yang lembut, tahan lama, dan tidak mudah basi.
Bahan-Bahan Utama dan Peralatan
1. Bahan Utama
Beras Ketan: 500 gram (pilih beras ketan putih berkualitas baik dengan bulir utuh).
Santan Kental: 350 ml (diambil dari 1 butir kelapa tua agar berminyak alami).
Santan Encer: 150 ml.
Gula Merah / Gula Aren: 250 gram (sisir halus; pilih gula aren berwarna gelap agar warna wajik cokelat pekat menawan).
Gula Pasir: 50 gram (sebagai penyeimbang rasa manis).
Garam: 1/2 sendok teh.
Daun Pandan: 4 lembar (simpulkan).
Air Bersih: Secukupnya untuk merendam dan mengukus.
2. Peralatan yang Dibutuhkan
Panci pengukus (dandang/klakat).
Wajan anti lengket besar (kuali/wajan tebal).
Spatula kayu yang kuat (untuk mengaduk adonan yang berat).
Loyang ukuran 18 \times 18 cm atau 20 \times 20 cm.
Daun pisang atau plastik tahan panas (untuk alas loyang dan pemadat).
Langkah-Langkah Memasak
Tahap 1: Persiapan dan Perendaman Beras Ketan
Pembersihan: Cuci beras ketan di bawah air mengalir sebanyak 3–4 kali hingga air bilasannya cukup bersih.
Perendaman: Rendam beras ketan dalam air bersih selama minimal 2 hingga 4 jam. Perendaman bertujuan agar bulir ketan menyerap air sehingga hasil akhir kukusan lembut dan matang merata hingga ke bagian dalam.
Tiriskan: Setelah direndam, tiriskan ketan hingga sisa air berkurang.
Tahap 2: Pengukusan Pertama (Ketan Awal)
Panaskan panci pengukus yang sudah diisi air hingga mendidih dan mengeluarkan banyak uap.
Alas dandang dengan daun pandan atau daun pisang agar aroma lebih harum.
Masukkan beras ketan yang sudah ditiriskan ke dalam pengukus. Kukus selama 15–20 menit hingga ketan berubah warna menjadi agak transparan dan setengah matang (ketan karon).
Angkat ketan setengah matang tersebut, masukkan ke dalam wadah atau baskom. Siram dengan 150 ml santan encer panas dan sedikit garam, lalu aduk rata hingga santan terserap habis oleh ketan.
Masukkan kembali ketan ke dalam pengukus, lalu kukus kembali selama 20–25 menit hingga ketan benar-benar matang sempurna dan empuk. Angkat dan sisihkan.
Tahap 3: Pembuatan Sirup Gula Merah dan Santan
Siapkan wajan tebal atau kuali besar. Masukkan gula merah yang sudah disisir, gula pasir, santan kental, garam, dan daun pandan.
Masak di atas api sedang cenderung kecil sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah.
Masak hingga gula larut sepenuhnya dan campuran santan-gula mulai mendidih.
Saring (Opsional tapi Disarankan): Saring larutan gula cair ini untuk membuang kotoran yang biasa terdapat pada gula merah, lalu tuang kembali ke dalam wajan.
Lanjutkan memasak larutan gula cair tersebut di atas api kecil hingga adonan santan gula meletup-letup, mengental, dan mengeluarkan minyak alami dari santan.
Tahap 4: Proses Pencampuran dan Pengadukan Adonan Wajik
Masukkan beras ketan matang yang masih hangat ke dalam adonan karamel gula merah di wajan.
Kecilkan api ke tingkat paling minimal.
Aduk beras ketan dan larutan gula secara berkesinambungan menggunakan spatula kayu. Pastikan seluruh bulir ketan terbalut rata oleh karamel gula merah.
Lakukan proses pengetusan (pengadukan terus-menerus) selama 30–45 menit.
Tanda adonan wajik sudah matang sempurna:
Tekstur menjadi sangat berat dan berminyak.
Adonan tidak lagi menempel di dinding wajan (kalis).
Bulir ketan terlihat mengilap (glowing) dan meletup pekat.
Tahap 5: Pencetakan dan Pemadatan
Siapkan loyang, lapisi bagian dasarnya dengan daun pisang yang diolesi sedikit minyak kelapa tipis-tipis agar tidak lengket.
Tuang adonan wajik panas ke dalam loyang.
Tekan dan padatkan adonan wajik menggunakan spatula yang dilapisi plastik atau daun pisang. Proses pemadatan harus dilakukan selagi panas agar wajik menyatu sempurna tanpa ada rongga udara.
Ratakan permukaan atas wajik hingga rapi dan licin.
Tahap 6: Pendinginan dan Pemotongan
Biarkan wajik berada dalam suhu ruang selama 3–5 jam hingga benar-benar dingin dan mengeras dengan kokoh.
Jangan memotong wajik saat masih hangat karena teksturnya masih lembek dan pisau akan lengket.
Setelah wajik dingin, keluarkan dari loyang.
Olesi pisau dengan sedikit minyak goreng atau lapisi pisau dengan plastik bersih agar tidak lengket saat memotong.
Potong wajik sesuai selera, umumnya berbentuk belah ketupat atau jajaran genjang khas sajian tradisional.
Rahasia dan Tips Agar Wajik Legit, Mengilap, dan Tahan Lama
Gunakan Santan Asli dari Kelapa Tua: Hindari santan instan jika menginginkan wajik yang gurih alami dan berminyak indah. Kelapa tua mengandung lemak alami yang akan keluar saat dimasak lama bersama gula.
Proses Pengadukan yang Lama: Kunci utama wajik tidak cepat basi dan tahan berhari-hari tanpa pengawet adalah pengadukan yang matang sempurna (tanak). Proses memasak hingga minyak kelapa keluar akan mengawetkan wajik secara alami hingga 3–5 hari di suhu ruang.
Penggunaan Api Kecil: Saat menggabungkan ketan dengan adonan gula, selalu gunakan api kecil agar gula tidak gosong dan terasa pahit.
Gula Aren Berkualitas: Jenis gula sangat menentukan warna dan aroma akhir. Gula aren murni menciptakan warna cokelat tua mengilap dan aroma karamel yang khas.
Wajik siap disajikan sebagai pendamping teh hangat atau kopi pada acara keluarga, hajatan, maupun camilan sehari-hari.
Adapun cara lain memasak wajik dapat
Membaca link ini https://cookpad.com/id/cari/wajik%20ketan
Komentar
Posting Komentar